Apa motif sebenarnya penolakan ini?
Motif itu tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Jadi saya tidak bisa menyimpulkan apa motif yang mereka pakai untuk menolak harga BBM ini. Tapi yang jelas, mereka punya alasan.
Bagi sebagian mahasiswa, mungkin mereka menganggap aksi turun ke jalan itu norak dan sangat terlihat tidak berpendidikan. Mereka juga bilang bahwa mahasiswa harus bisa memberikan solusi yang cerdas sesuai bidang ilmu mereka.
Sayang, mereka pun banyak yang menghujat kawan-kawan kami yang turun ke jalan.
Saya sangat tidak suka akan hal ini, jika anda merasa anda pintar dan bisa meberikan solusi terkait kenaikan BBM dan dampaknya terhadap masyarakat, silahkan anda buktikan. Jangan ngomong doang!
Kalau cuma ngomong doang, tukang becak juga bisa ngomong sok pinter seperti anda.
Saya lebih respect kepada teman-teman yang saat ini mau meluangkan waktu untuk bergabung melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM. Mungkin tujuan aksi mereka adalah untuk klarifikasi, "kenapa harga BBM naik diwaktu harga minyak dunia turun"
Aksi mahasiswa saat ini memang dipandang rendah dan seperti tidak memiliki kekuatan. Tidak seperti aksi mahasiswa dikala reformasi. Karena saat itu semangat perubahan yang mereka bawa sangat tinggi.
Sedangkan saat ini? Malah banyak juga mahasiswa yang menghujat aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa lainnya.
Saran saya : Jika anda mahasiswa, dan tidak bisa melakukan perubahan apa-apa, lebih baik anda diam dan tidak usah banyak komentar. Aksi seperti saat ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat Indonesia. Kecuali jika dalam aksi tersebut melakukan tindakan aksi bakar ban di POM.
Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: